6 Gejala Kolesterol Tinggi Pada Leher Wajib di Waspadai

Gejala kolesterol tinggi pada leher mungkin tidak jelas dan sering tidak diperhatikan oleh individu. Namun, gejala ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa gejala kolesterol tinggi pada leher yang dapat muncul meliputi pembengkakan pada leher, perubahan warna kulit, dan rasa sakit saat menelan atau bernapas.

Karena gejala ini sering kali tidak jelas, penting untuk menjalani pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah secara teratur dan mengikuti diet yang rendah kolesterol serta olahraga secara teratur.

Gejala Kolesterol Tinggi Pada Leher

Gejala Kolesterol Tinggi Pada Leher
Gejala Kolesterol Tinggi Pada Leher

Gejala kolesterol tinggi pada leher sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Pembengkakan pada leher, terutama di sekitar pembuluh darah yang menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman.
  • Perubahan warna kulit di sekitar leher, yang dapat menjadi merah atau kehitaman.
  • Rasa sakit saat menelan atau bernapas, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam menelan atau bernapas.
  • Rasa sakit atau tidak nyaman di leher yang semakin parah saat tekanan darah naik.
  • Pembengkakan yang tidak teratur di leher yang dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman.

Baca Juga: Wajib Diwaspadai, Inilah 6 Gejala Kolesterol Tinggi Pada Wanita

Penyebab Gejala Kolesterol Tinggi Pada Leher

Penyebab utama gejala kolesterol tinggi pada leher adalah peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol dibagi menjadi dua jenis, yaitu kolesterol LDL (low-density lipoprotein) dan kolesterol HDL (high-density lipoprotein). Kolesterol LDL disebut juga sebagai “kolesterol jahat” karena dapat menyumbat pembuluh darah, sementara kolesterol HDL disebut sebagai “kolesterol baik” karena dapat membantu mengangkat kolesterol yang tidak diinginkan dari tubuh.

Faktor risiko yang dapat menyebabkan kadar kolesterol dalam darah meningkat meliputi:

Diet yang Tinggi Lemak dan Kolesterol

Diet yang tinggi lemak dan kolesterol dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah, yang dapat menyebabkan gejala kolesterol tinggi pada leher. Kolesterol adalah senyawa yang ditemukan dalam darah yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi hormon, vitamin D, dan asam empedu. Namun, jika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi, dapat menyebabkan penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah, yang dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Lemak jenuh yang terdapat dalam makanan seperti daging merah, produk susu full cream, dan minyak goreng, dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Sedangkan lemak tak jenuh yang terdapat dalam makanan seperti ikan, biji-bijian, dan kacang-kacangan, dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah.

Untuk mencegah gejala kolesterol tinggi pada leher dan menurunkan risiko penyakit jantung, penting untuk mengontrol asupan lemak dan kolesterol dalam diet. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Membatasi asupan daging merah dan produk susu full cream
  • Mengonsumsi lebih banyak ikan, biji-bijian, dan kacang-kacangan
  • Mengganti minyak goreng dengan minyak nabati seperti minyak zaitun atau minyak kelapa
  • Mengonsumsi sayur dan buah sebagai sumber serat
  • Menjaga berat badan ideal
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Obesitas atau Kegemukan

Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu faktor risiko utama dari gejala kolesterol tinggi. Obesitas didefinisikan sebagai kelebihan berat badan yang diukur dengan indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi. Pada orang yang obesitas, jumlah lemak dalam tubuh meningkat secara signifikan, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah seringkali meningkat pada orang yang obesitas, karena lemak yang terakumulasi dalam tubuh dapat meningkatkan produksi kolesterol oleh hati. Selain itu, obesitas juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah, yang merupakan jenis lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Untuk mengurangi risiko gejala kolesterol tinggi dan penyakit jantung, penting untuk mengontrol berat badan dengan cara:

  • Mengurangi asupan kalori secara bertahap
  • Mengurangi asupan makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Mengonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan diet yang sesuai

Kekurangan Olahraga

Kekurangan olahraga merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan gejala kolesterol tinggi. Olahraga adalah aktivitas fisik yang dapat meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Olahraga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin dan meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase yang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) dalam darah yang dapat membantu mengangkut kolesterol dari dinding pembuluh darah ke hati untuk dieliminasi dari tubuh.

Untuk mengurangi risiko gejala kolesterol tinggi, disarankan untuk melakukan olahraga secara teratur selama minimal 150 menit per minggu atau 30 menit per hari, 5 hari dalam seminggu. Beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan adalah berjalan, berlari, bersepeda, berenang, atau olahraga lain yang meningkatkan denyut jantung.

Merokok

Merokok merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Asap rokok mengandung berbagai macam zat berbahaya, termasuk karbon monoksida dan nitrosamin, yang dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Untuk mengurangi risiko kolesterol tinggi dan penyakit jantung, disarankan untuk berhenti merokok. Berhenti merokok dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke dalam beberapa tahun setelah berhenti. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk berhenti merokok adalah dengan bantuan perawatan medis, program penghentian merokok, atau dukungan dari keluarga dan teman.

Konsumsi Alkohol yang Berlebihan

Alkohol juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah, yang merupakan jenis lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain itu, alkohol juga dapat meningkatkan tekanan darah dan memperberat kerusakan hati yang mungkin sudah ada.

Untuk mengurangi risiko kolesterol tinggi dan penyakit jantung, disarankan untuk mengonsumsi alkohol dengan sangat bijak. American Heart Association (AHA) menyarankan untuk tidak lebih dari 2 cangkir alkohol per hari untuk pria dan 1 cangkir per hari untuk wanita.

Riwayat keluarga dengan kondisi kolesterol tinggi merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan gejala kolesterol tinggi. Jika seseorang memiliki keluarga dengan riwayat kolesterol tinggi, maka ia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita kondisi tersebut juga. Hal ini terjadi karena faktor genetik dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Faktor genetik dapat mempengaruhi produksi kolesterol oleh hati, transportasi kolesterol dalam darah, dan jumlah reseptor kolesterol di sel-sel tubuh. Beberapa keluarga mungkin memiliki gen yang dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai hiperkolesterolemia familial.

Meskipun memiliki riwayat keluarga dengan kondisi kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko, faktor lain seperti diet, olahraga, konsumsi alkohol, merokok, dan obesitas juga dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Penyakit Hati Kronis atau Diabetes

Penyakit hati kronis atau diabetes dapat menjadi faktor risiko yang dapat menyebabkan gejala kolesterol tinggi. Pada kondisi ini, hati atau pankreas tidak dapat bekerja dengan baik, sehingga dapat menyebabkan kadar kolesterol dalam darah meningkat.

Diabetes adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik. Pada kondisi ini, pankreas tidak dapat memproduksi insulin dengan baik atau sel-sel tubuh tidak dapat merespons insulin dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah meningkat dan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) dalam darah menurun.

Untuk mengurangi risiko gejala kolesterol tinggi, penting untuk mengontrol kondisi medis yang mendasar seperti penyakit hati kronis dan diabetes dengan cara mengontrol kadar gula darah dan melakukan pengobatan yang ditentukan oleh dokter.

Baca Juga: 10 Makanan Penurun Kolesterol Yang Harus Anda Ketahui

Penyakit yang Sering terkena Kadar Kolesterol Tinggi

Penyakit yang sering terkait dengan kadar kolesterol tinggi dalam darah meliputi:

  1. Penyakit jantung: Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan pembentukan plak pada dinding pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
  2. Aterosklerosis: Kondisi ini terjadi ketika plak kolesterol menumpuk di dinding pembuluh darah, menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
  3. Penyakit ginjal: Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan meningkatkan risiko gagal ginjal.
  4. Penyakit hati: Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada hati dan meningkatkan risiko sirosis hati.
  5. Penyakit pembuluh darah perifer: Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di ekstremitas seperti tangan dan kaki, meningkatkan risiko kaki ganguan perifer.

Baca Juga: Wajib Diwaspadai, Ini Dia 15 Gejala Stroke Ringan Yang Jarang Diketahui

Obat Medis Untuk Mengatasi Gejala Kolesterol Tinggi Pada Leher

Obat-Obatan Untuk Mengatasi Gejala Kolesterol Tinggi Pada Leher
Obat-Obatan Untuk Mengatasi Gejala Kolesterol Tinggi Pada Leher

Obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi gejala kolesterol tinggi pada leher meliputi:

  1. Statin: Obat ini dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah dengan cara menghambat produksi kolesterol oleh hati. Beberapa contoh obat statin adalah atorvastatin, simvastatin, dan rosuvastatin.
  2. Resin ekskresi asam empedu: Obat ini dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah dengan cara mengikat kolesterol dalam usus sehingga kolesterol tersebut dikeluarkan dari tubuh. Beberapa contoh obat ini adalah cholestyramine, colestipol, dan colesevelam.
  3. Inhibitor proprotektin PCSK9: Inhibitor ini dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah dengan cara meningkatkan efisiensi reseptor LDL yang membantu mengeluarkan kolesterol dari darah. Beberapa contoh obat ini adalah evolocumab dan alirocumab.
  4. Fibrat: Obat ini dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) dalam darah dengan cara meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase yang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Beberapa contoh obat fibrat adalah fenofibrat dan gemfibrozil.

Baca Juga: 15 Jus Penurun Kolesterol Paling Cepat, Ternyata Membuatnya Sangat Mudah

Obat Tradisional Untuk Mengatasi Gejala Kolesterol Tinggi Pada Leher

Obat Tradisional Untuk Mengatasi Gejala Kolesterol Tinggi Pada Leher
Obat Tradisional Untuk Mengatasi Gejala Kolesterol Tinggi Pada Leher

Beberapa obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi gejala kolesterol tinggi pada leher meliputi:

  1. Teh hijau: Teh hijau dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah karena mengandung senyawa antioksidan yang dikenal sebagai polifenol.
  2. Bawang putih: Bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah karena mengandung senyawa aktif allicin yang dapat mengurangi produksi kolesterol oleh hati.
  3. Kurma: Kurma dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah karena mengandung serat yang dapat mengikat kolesterol dalam usus sehingga kolesterol tersebut dikeluarkan dari tubuh.
  4. Jus wortel: Jus wortel dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah karena mengandung senyawa antioksidan yang dikenal sebagai beta-karoten.
  5. Jus lemon: Jus lemon dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah karena mengandung senyawa antioksidan yang dikenal sebagai asam sitrat yang dapat meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein.

Kesimpulannya, gejala kolesterol tinggi pada leher dapat meliputi pembengkakan pada leher, perubahan warna kulit, dan rasa sakit saat menelan atau bernapas. Ini adalah gejala yang serius yang perlu diwaspadai dan dikonsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Mengikuti diet yang rendah kolesterol dan olahraga secara teratur dapat membantu dalam mengontrol kadar kolesterol dalam darah dan mencegah komplikasi kesehatan yang lebih serius.